Daun Bahagia, Sifatnya Tak Sepolos Tampilannya

Tanaman berdaun lebar, hijau, dengan bercak putih/kuning acak. Batangnya beruas-ruas seperti tebu muda. Tumbuh bergerombol dari pangkal, dan lebih tahan terhadap herbisida. Batang yang ditebas dan jatuh ke tanah akan menumbuhkan pokok baru. Tidak akan mati. Dia bak seorang pendekar dengan ilmu kanuragan yang tidak bisa mati ketika darahnya jatuh ke tanah.





Mungkin beberapa dari kita pernah melihat tanaman itu. Menghiasi pekarangan rumah-rumah warga. Saya pernah melihatnya ditanam di pot-pot besar lalu ditempatkan di sudut ruangan dekat mesin ATM. Dia berfungsi sebagai pembersih udara, namun tidak secara signifikan. Sepertinya lebih ke memperindah ruangan, mengingat tampilannya yang cantik dengan daun lebarnya yang bercorak. 

Di balik tampilan yang menawan, si daun bahagia membawa beberapa bahaya. Tanaman itu beracun. Jaringan tubuh mengandung kalsium oksalat. Jika tergigit, mulut dan lidah terasa terbakar dan bisa membengkak. Sangat bahaya terhadap anak kecil dan hewan peliharaan. Maka jangan sampai termakan atau terkena mata. Getahnya jika kena kulit, akan terasa gatal seperti jarum halus menusuk-nusuk. 

Tanaman ini tidak manja. Mudah tumbuh dan tidak memerlukan perawatan. Cocok di tempat teduh atau agak teduh. Mungkin ini alasan orang banyak yang suka menanamnya di rumah. 

Mengingat sifatnya, daun bahagia cocok untuk pembatas area, agar binatang tidak masuk ke area tertentu. Juga bagus untuk mengurangi gulma yang seringkali tumbuh liar di lahan-lahan kosong.  

Terakhir, setiap makhluk punya manfaat juga punya bahaya. Kita harus bijak memperlakukan sesama makhluk hidup. 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengatasi Error “Support Needed” di Suno AI Setelah Reset HP